Tuesday, July 10, 2012

•♫. Prosa Dari Al Haram. #Rehab Hati-Bag 7


Dinding hatiku bergetar lagi.
Kurasakan syaraf-syaraf mengantarkan salam..
Bulu-bulu berdiri terkagum kagum, darah di dalam nadiku berpacu, tubuhku menggeletar. Mataku mulai berkabut lagi, sesaat kemudian tetes-tetes mulai berjatuhan dari sudut mataku. Mengalir deras seperti ingin menghantarkan sesal-sesal.

Inilah Pintu Multazam!

Hati siapakah yang tidak meleleh..
Wajah manakah yang tidak tertunduk malu..
Berdiri persis dihadapan sang Baitullah..

Betapa tidak, setiap hari didalam shalat jutaan wajah Muslimin muslimat diseluruh penjuru dunia menghadapkan wajahnya ke Baitullah ini. Dan di hari ini, sebentuk tubuh yang rapuh ini berada tepat didepannya.

Subhanallah..
Tak heran lagi jika kudengar tangisan-tangisan taubat yang semakin mengeras. Meraung raung seperti dihadapkan kepada kematian..

Tanganku terangkat keatas..
Hanya beberapa lafal istighfar yang mampu ku ucapkan saat itu.
Getaran kehadiran-Nya begitu dekat kurasakan.

Wahai Allah yang mendengar segala riuh dan bisikan!
Aku, hari ini, datang memenuhi panggilan-Mu..

Wahai Allah Pemilik Kebenaran!
Aku berdiri disini meminta petunjuk-Mu.
Tunjuki aku jalan yang lurus, jalan yang Engkau ridhai.
Jalan menuju pintu-pintu kebahagiaan di dunia dan Akhirat yang kekal..

Wahai Allah yang mengatur setiap langkah-langkah..
Sampaikanlah ibu dan bapakku ketempat ini. Sampaikanlah mereka ketempat ini ya Rabb. Sampaikanlah juga teman-temanku yang Engkau ridhai ketempat ini ya Rabbi..

Begitu inginku, agar mereka mengetahui dan merasakan..
Betapa hebatnya getaran disini. Aku ingin mereka menikmati dekapan rahmat Mu disini...
Di Multazam ini..

Entahlah. 
Ada aura memancar dibalik warna keemasan itu. 
Seakan tak percaya bahwa ia hanyalah batu-batu yang disusun Ibrahim Alaihi Salam. 


Indahnya mempesonakan mata berkaca-kaca, 
semerbak kabut ketakutan, membiaskan dosa dosa. 


Laksana lukisan menyala-nyala. 
Debaran demi debaran dalam desakan, 
berkecamuk mengaduk ngaduk belantara dada...


Tumpahlah rindu-rindu,
Kemerduan yang teredam 
dalam ribuan shalat-shalat, 


Belum sempat bibir bergetar..
Tiba tiba hati melepuh! luluh.
Tetes bening berjatuhan, 
Seperti hujan tak tertahan..

Dinding itu bergetar, seketika.
Tepiannya meleleh tak berirama. 

Disana tak ada rencana, 
Hanya aku dan Dia
Menyatu dalam jiwa, 
Antara takut dan harap
Melebur bersama reruntuhan dosa

Wahai jiwa yang terpanggil..
Ada maaf di dinding multazam..
Hati yang manakah tak luluh bersimpuh?
Tak ada yang mampu membantah auranya..
Siapa yang mampu meredam.. 
Hati dan jiwa menyatu, 
Luluh di multazam..

Rindu telah bertemu,
Memandangi selembut hati, 
Menatapi sepenuh keindahan
Membelai belai mesra tepiannya, 
Diantara desakan desakan..
Bergelantungan dilautan manusia, 
Dihimpit gemuruh istighfar...


Ya baitullah..
Wajah-wajah basah, menunduk..
Tak ada keraguan, inilah keindahan sesungguhnya
Inilah Baitullah itu, inilah kotak hitam yang terbayang didalam shalat berjuta juta kepala disetiap adzan berkumandang


Inilah keindahan itu, 
Keindahan Tanpa batas 
Tak ada kebosanan atau enggan, 
Memandangnya adalah kenikmatan..

Ada aura mempesona, 
Menebari wajah-wajah yang terpanggil..
Hanya yang terpanggil untuk memenuhi undangan Allah ke Baitullah..

Wahai jiwa-jiwa..
Apakah kalian mendengarnya..
Baitullah memanggil kalian..?

Seruan itu berulang-ulang, 
Menggema diangkasa disetiap langit dalam do’a, 
Menanti di lembah yang biasa...


Penantian terindah bagi jiwa-jiwa yang beriman.
Yang bergetar, yang selalu mengingatnya dalam setiap shalat.

Datanglah..
Datanglah saudaraku, temui keindahan itu. 
Sesegera yang engkau bisa. 


Hajj bukan paksaan, 
tapi hadiah terindah. 
Bagi jiwa yang terpanggil..

Memeluknya..
Membelainya...
Du'a rakaat saja..
Membenamkan wajah.. 
Menunda resah-resah.. 
Mengutarakan taubatan nasuha..
Melengkapi jejak-jejak assunnahnya..
Memandangi debu-debu beterbangan.. 
Menunggu magrib di tepian Alharam
Berlarian di bukit saffa marwah
Menyambut dzuhur di jabal tsur
Menemui Ashar di arafah
Menanti senja di Jabal Rahmah..
Menatapi langit arafah...
Dihamparan sahara makkah..

Aduhai...
Ku ingin mengulangnya..
Mendaki Gua Hira, memandangi Makah dari ketinggian
Mengenang jejak jejak perjuangan Rasul mulia..
Sekedar berkata; Jazakallah Ya Rasulallah!


Jazakallah ya Rasulallah..
Untuk perjuanganmu mengenalkan Islam kepada kami.. 
Kami yang sering lalai menapaki sunnah-sunnahmu.

Jika waktu mengizinkan, rasanya ingin berdiri disana, berlama-lama di bawah multazam hingga airmataku habis terurai. Ingin ku ungkap semua kegelisahan hingga lututku berhenti bergetar. Tapi kembali kusadari dibelakangku ada yang menunggu.

Aku melangkah maju, mendekapkan tubuhku ke Baitullah diantara desakan. Tanganku berusaha menyentuh bibir Pintu Multajam. Airmataku semakin deras. Debaran di dadaku tak terkendali. Hatiku benar-benar melepuh.

Setelah tawaf jiwaku seperti puas, seperti ada energy yang memancar dan menggairahkan sel-sel terkecil di tubuh. Membahagiakan wajah, menyegarkan ruhani. Mengubah arah haluan hidup dan menukar keresahan dan ketakutan akan hidup yang biasanya mengalun menggelitik menjadi keberanian dan kebahagiaan.

To be continue, insya Allah….

.....
BUKU REHAB HATI - NAI
Hal 51 - 57 (Insya Allah, jika ada umur panjang bersambung hingga Hal 450)

Bukunya tersedia, inbox ana langsung dengan format pemesanan: NAMA, ALAMAT, No HP, dan Jumlah Pesanan.

Salam Bahagia
Nuruddin Al Indunissy

1 comment: